Showing posts with label MUJIZAT TUHAN. Show all posts
Showing posts with label MUJIZAT TUHAN. Show all posts

Dia Mengangkatku Dari Keterpurukan



Kisah ini adalah kisah nyata yang ku alami beberapa bulan lalu. Kali ini memang Tuhan Yesus turut campur tangan dalam menolongku. Bulan lalu, tepatnya pada awal bulan Mei tahun ini. Saat itu, aku merasakan sebuah tekanan batin besar dan sudah bingung mau kemana untuk memilih masa depanku. Saat itu juga, aku merasakan tidak ada jalan terbuka sama sekali. Ingin mendaftar kuliah, tapi harus test lagi. Sementara itu semua pelajaran yang setahun silam aku sudah tidak dapat mengingat lagi.

Hal ini pula yang membuatku menjadi frustasi dan menambah beban setelah banyak masalah yang ku alami. Aku menjadi tidak bersemangat sama sekali kala itu, berhari-hari aku mendapatkan pertanyaan yang banyak dan hati selalu berbicara, sudahlah mari bangkit dari semua masalah ini. Tapi, aku merasa tidak bisa sama sekali. Akhirnya selang beberapa hari, aku melihat ada pendaftaran sebuah perguruan tinggi selanjutnya aku masih ragu juga dengan semua pilihanku.

Aku takut salah langkah lagi, sama seperti yang ku alami pada masa lalu. Aku pun menunggu hingga beberapa hari untuk mengambil keputusan untuk mendaftar disana. Singkat cerita, aku pun mendaftar dan kembali mempelajari semua pelajaran yang lalu. Aku sempat mengalami kesulitan dalam mengerti semua pelajaran di masa sekolah dulu dan aku pun berusaha kembali untuk belajar.

Aku menghargai jerih payah kedua orangtuaku dan aku tidak mau memberikan mereka sebuah kekecewaan lagi seperti hari yang lalu. Cukup sakit memang aku rasakan dan aku tidak sanggup untuk bertahan dengan keadaan yang tertekan mental. Dengan semangat itu, aku membulatkan tekad untuk kembali lagi merintis semua hal dari bawah, dari nol.

Pada akhirnya, semua syarat dalam proses pendaftaran sudah aku lengkapi. Dan tiba pada hari dimana diadakan test penerimaan. Seperti biasa, aku berdoa dan memohon petunjuk dari Tuhan. Setelah itu, aku pun mulai mengisi biodata dan mulai mengerjakan soal. Pertama sekali aku membuka soal ujian, aku merasa tidak sanggup dan semua tiba-tiba hilang dari pikiranku. Aku sempat kebingungan dalam menjawab soal-soal yang begitu banyak dalam tempo kurang dari 2 jam..!

Dengan inisiatif, aku pun menjawab yang semampu ku dengan waktu yang sudah mulai menipis. Ketika aku membuka kembali soal-soal yang belum terjawab, tiba-tiba aku merasa ada yang mengajariku. Sempat kebingungan juga dan waktu juga tidak mungkin lagi untuk namanya bingung. Aku merasa ada seseorang yang menuntunku dalam menjawab soal-soal yang tersisa dan tak bisa ku jawab sebelumnya.

Dan yang anehnya lagi, aku merasa tangan ku seperti dituntun dan pikiranku menjadi penuh ide dan cara dalam memecahkan soal yang buntu tadi. Dengan bergegas, aku ambil kertas dan menuliskan semua caraku dan tidak lupa menjawab soal pada lembar jawaban. Waktu kurang dari 15 menit lagi, dan aku terheran sendiri, mengapa baru sekarang cara penyelesaian soal ini muncul dalam pikiranku ? Akhirnya waktu ujian selesai dan aku pun mengumpulkan lembar jawaban ku dengan jawaban yang bisa ku jawab.

Setelah itu, aku pulang ke rumah dan berharap hasilnya memuaskan. Aku kembali untuk melihat soal-soal yang ku jawab tadi dalam perjalanan pulang. Aku pun sempat ragu juga, apakah aku lulus ujian ini atau tidak ? Tapi, perkataan itu langsung ditentang oleh suara hati yang lain. Ia berkata, kamu pasti lulus. Aku pun menjadi senang dan pulang dengan senyuman, agar memastikan orangtuaku tidak bertanya-tanya lagi tentang ujian tadi.

Selang beberapa minggu setelah ujian penerimaan dilakukan, aku merasa deg-degan dengan hasil ujianku. Tapi, kembali lagi ada yang berkata dalam hati "Kamu lulus". Padahal aku belum tahu hasil ujian ku saat itu dan aku pikir juga kemarin jika ujianku masih banyak yang belum terjawab pada soal hitung-hitungan. Dengan deg-degan, ku buka website dan melihat pengumumannya tepat pada jam 12 malam. Aku melihat beberapa file yang sudah siap untuk menentukan siapa yang lulus pada ujian penerimaan kemarin.

Tak disangka dan tak diduga, aku lulus...! dan aku merasa senang sekali serta tak lupa aku mengucap syukur kepada Tuhan Yesus. Ketika aku melihat pengumuman itu, aku melihat nama ku berada di urutan 7 dari 400 orang lebih yang menjadi saingan ku dan aku semakin senang bukan kepalang. Aku merasakan semua seru doa ku selama ini telah dijawab Tuhan Yesus.


Merasa terheran sendiri dan bertanya dalam hatiku atas kejadian mulai dari awal ujian hingga kelulusan ini. Ternyata semua itu adalah berkat campur tangan Tuhan dalam membantuku selama ini. Sungguh ajaib Engkau Tuhan Yesus, tiada terduga jalan-Mu yang sudah Engkau rancang bagiku.

Setelah aku melihat pengumuman, aku pun beristirahat karena kelelahan dan sembari berdoa kepada Tuhan Yesus yang sudah menjawab seru doa ku. 

Tuhan Yesus memang baik dan Dia mengangkatku dari keterpurukan yang ku alami saat ini.
Read More..

Berkat Penyertaan Tuhan, Papa Ku Diubahkan Hatinya


Selama ini papa ku adalah seorang yang paling cuek dengan namanya agama. Kerap kali ia malas untuk berbicara yang menyangkut kaitannya dengan hal agama. Beliau juga dulu seorang yang belum kenal dekat dengan Tuhan Yesus dan jarang sekali mengikuti kebaktian. Beberapa tahun lalu, ketika aku masih duduk di sekolah menengah pertama, aku diajak oleh paman untuk mengikuti ibadah di sebuah gereja kharismatik. Semenjak disana, aku merasa iman ku mulai bertumbuh. Tapi, seiring dengan tumbuhnya iman ku tidak sejalan dengan persetujuan papa untuk mengizinkan aku mengikuti ibadah disana.

Aku merasa sedih dan bertanya kepada Tuhan, mengapa hal ini terjadi kepadaku ? Disaat iman ku mulai tumbuh aku langsung kena terpaan dari papa yang tidak mengizinkan. Ketika aku beribadah ke gereja tersebut, selalu saja mendapat kritikan tajam dari papa. Sampai akhirnya aku berpikir untuk tidak melanjutkan kegiatan ibadahku di gereja itu. Beberapa bulan aku vakum dari gereja tersebut dan iman ku pun mulai tidak sehidup ketika aku berada di gereja tersebut.

Rasa kecewa pasti ada karena larangan papa. Tapi, seiring dengan waktu bergulir akhirnya mama menjelaskan kepada papa, "Dimana iman itu bertumbuh biarlah disitu ia menetap dan tidak masalah mau gereja dimana pun asal iman itu bertumbuh". Aku merasa bahwa tanggapan mama itu benar dan aku setuju dengan hal itu. Lama kelamaan akhirnya papa mulai memberikan aku izin kesana. Dan dalam kurun waktu yang sejalan, papa tidak mau untuk pergi ke gereja kharismatik.

Aku berdoa agar Tuhan membukakan hati dan pikirannya untuk tidak bertanggapan negatif terhadap gereja kharismatik. Dan berharap juga agar papa mau mengikuti kebaktian dimana pun juga. Akhirnya, Tuhan membuka jalan bagi papaku. Ia pun lambat laun tidak berpikir negatif lagi terhadap gereja kharismatik dan dia juga sudah mulai mengikuti kebaktian di hari Minggu. Semenjak saat itu papa sudah mulai mengenal Tuhan lebih lagi. Papa mulai tertarik untuk menonton acara siraman rohani Kristiani di televisi dan ia pun merasa terheran melihat mujizat yang mampu dilakukan oleh salah seorang pastor di salah satu stasiun televisi swasta.

Ia mencoba mengerti dan memahami ajaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Puji Tuhan, akhirnya papa mulai menjejaki kebaktian di gereja kharismatik. Aku melihat papa tampak semangat memuji Tuhan dengan lagu pujian yang diiringi dengan musik. Ia tampak menghayati setiap lagu yang dibawakan oleh para pelantun lagu kidung pujian. Dan hingga kini, papa pun mulai tidak canggung lagi untuk mengikuti kegiatan ibadah di gereja kharismatik. Aku berharap dengan ada perubahan papa seperti ini, mampu mendongkrak kehidupan rohani dan imannya untuk tetap mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Terimakasih Tuhan Yesus.
Read More..

Mujizat Tuhan indah pada waktunya


Kali ini aku merasakan keajaiban mujizat dari Tuhan yang tak pernah ku duga sebelumnya dalam hidupku. Ini adalah sebuah karunia yang luar biasa dari Tuhan dan membuat aku tidak dapat berkata apa apa lagi hingga kini. Aku dulunya sangat tidak menyukai sebuah pelajaran di sekolah. Pelajaran itu adalah pembuatan dan perancangan website dengan banyaknya script dan sintax yang harus dihafal.

Menurutku hal itu adalah yang paling membosankan dalam pembelajaran di sekolah dan tidak ada minat untuk mengikutinya sama sekali. Ketika guru datang dan mengadakan ujian, aku hanya mampu menjawab dengan nilai standar saja. Padahal mata pelajaran ini adalah yang utama bagi kejuruanku saat itu. Kalau ditanya praktek perancangan website, aku pasti selalu remedial dan kalau tidak nilai pun cukup-cukup makan.

Itu adalah hal yang sempat membuatku merasa muak. Tapi, ketika beberapa waktu yang lalu, aku mendapatkan sebuah tawaran pekerjaan dalam pembuatan website dalam kurun waktu 2 minggu saja, lalu aku setuju dan mau membuatkan website perusahaan yang dipimpin oleh orang Jerman. Setelah aku menyetujui pembuatan website, aku langsung bersemangat walaupun aku belum hafal semua script dan kegunaannya. 

Awalnya aku merasa sepele karena pembuatannya mudah dan butuh waktu yang singkat saja. Lambat laun aku mulai kesusahan dalam pembuatan website ini. Dan pada akhirnya aku mengalami kebuntuan dalam pengembangan ideku. Sudah beberapa web aku buat dan rangkai, tapi rasanya tidak ada arti sama sekali karena ada beberapa masalah didalamnya.

Aku putuskan untuk berhenti sejenak dan sembari aku bertanya kepada Tuhan. "Tuhan, tolong bantu aku untuk hal ini, aku tahu bahwa aku tidak mampu mengerjakan hal ini dan rasanya sulit sekali kurasakan." itu adalah doaku saat itu ketika mengalami kebuntuan. Aku pun akhirnya beristirahat untuk menenangkan pikiranku dalam beberapa hari sembari aku belajar dan mengingat sedikit saja yang ku tahu.

Aku pun mulai lagi belajar dari awal dan mencoba mempraktekkan apa yang sudah ku pelajari pada pelajaran web di sekolah dulu. Disini awal dari mujizat Tuhan bekerja, ketika aku belajar dan terus belajar rasanya ringan sekali untuk diingat semuanya dan sangat gampang untuk dipraktekkan walaupun masih kaku. Tapi, aku tidak menyerah untuk mencoba lagi dan mencoba hal yang baru. Sampai pada akhirnya aku membuat web dengan apa yang ku pelajari dalam kurang dari 2 minggu. Dan ternyata, website ku siap tepat pada waktunya dan siap untuk dipresentasikan kepada orang Jerman ini.

Aku sempat heran dan bingung sendiri karena sebelumnya aku tidak ada minat, eh malah sekarang ada minat lagi untuk belajar lebih dalam lagi. Alhasil, karya website ku diterima dengan baik oleh orang Jerman ini. Dia suka dengan website ku yang sederhana dan aku merasa senang dan tidak lupa untuk mengucap syukur karena ini berkat dari Tuhan Yesus yang sudah menolongku dalam kesusahan yang sempat membuat pemikiranku menjadi buntu.

Memang mujizat Tuhan itu nyata dalam kehidupanku. Dan aku menantikan mujizat Tuhan lagi dalam kehidupanku supaya imanku bertambah dan bertumbuh dalamNya.
Read More..

Jawaban doa dari Tuhan


Kali ini, saya mau posting tentang sebuah keajaiban dari karunia Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya. Sudah banyak mujizat yang saya alami dalam Tuhan. Diantaranya yang paling membuat saya tercengang sampai sekarang adalah mendapat rangking di kelas. Sungguh diluar kemampuan nalar saya sendiri.

Awal mula saya merasakan mujizat ini ketika saya duduk di bangku sekolah menengah kejuruan di salah satu sekolah yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Pada saat itu saya masih di kelas 2 dan kejadian ini ketika berselang antara semester ke-3 dengan semester ke-4. 

Awal pertama kali masuk semester ke-3, saya merasa tidak nyaman dengan kelas, dikarenakan saya menginginkan kelas yang "lebih" dalam hal tingkatan nya dari kelas saya dahulu. Dalam hati saya sudah minat, tapi semua itu tidak tercapai. Dan itu hanya angan-angan saya belaka untuk masuk ke tingkat kelas yang lebih tinggi. Saya sempat merasakan gejolak jiwa yang mengganggu semua aktifitas dan kegiatan belajar, serasa ga ada harapan lagi dan saya sempat berpikir kalau Tuhan itu gak adil dengan saya. Saya sempat berlarut dalam keadaan seperti itu dan putus asa untuk belajar pun tidak ada lagi. 

Bayangkan kalau kita berusaha keras tetapi semua harapan dari hasil usaha itu tidak terjawab dengan keadaan yang tidak memihak kepada kita sendiri, tapi saya baru sadar lama akan semua kebaikan Tuhan dan berkat-Nya melimpah dalam hidup saya sampai sekarang. Mulai dari kejadian itu lah Tuhan bekerja dalam kehidupan saya. 

"Buset ini kelas kayaknya ga enak banget ya, pengen pindah ini tapi kagak bisa, udah diatur ma pihak sekolah..." Itu kata yang pertama kali saya ucapkan ketika masuk kelas. Saya merasa banyak sekali saingan yang pinter-pinter dan sempat beranggapan kalau dalam kelas itu ada  teman-teman yang pada bandel dan malas semua. Serasa sial banget kala itu, tapi ya sudah saya jalani saja semuanya dengan terpaksa. Tapi itu tak lama, berselang saya mengenal semua teman-teman saya ternyata mereka itu baik dan ramah untuk diajak berteman. Dugaan saya salah dalam menilai mereka, sempat saya merasa malu dan tak disangka kalau semuanya itu berlainan dengan ucapan saya.

Hari berganti hari dan tidak terasa sudah dekat ujian semester ke-3. Saya mengambil inisiatif untuk berdoa  ke gereja seminggu sebelum saya ujian semester. Saya sempatkan berdoa khusus dan saya berjanji kalau sebelum ujian saya berdoa. Dalam doa saya memohon kalau saya dapat 10 besar saja udah cukup dan terimakasih banyak semua berkat Tuhan. 

Ketika ujian semester ke-3 dimulai saya merasa kalau saya ini nggak ada apa-apa nya dari teman-teman. Saya merasa down dan tidak percaya diri dengan kemampuan saya, padahal saya uda berdoa pada pagi harinya. Saya melihat beberapa dari mereka ada yang serius sekali belajar dan ada teman yang selalu mengumpulkan lembar jawaban dengan cepat bayangkan hanya berdurasi 30-45 menit mengerjakan soal...???!!

Wow saya kaget sekali dengan hal yang begituan yang pernah kejadian. Sempat saya berpikir kalau dia pasti dapat ranking di kelas dan semua orang akan memuji dia itu dengan kalimat "Wah, kamu pinter banget ya. Ajari kita-kita dong.." 

Selesai ujian, saya merasa galau akan nilai saya dan apakah semua jawaban saya ada yang bener atau tidak....?? pikiran itu selalu menghantui saya terus dan tidak tenang sekali rasanya. Akhirnya pada hari itu saya diajak teman-teman untuk berlibur ke salah satu objek wisata yang cukup dikenal di Sumatera Utara. Saya merasa kaget, kenapa juga liburan..?? padahal kan masih dalam masa ujian. Ntar nilai nya drop bisa gawat dong diomelin ma ortu dirumah.

Tapi namanya juga masa remaja, kan ada juga bandel nya n ga selamanya juga jadi bandel, hehehehehe.... Ya sekedar refreshing otak dulu biar ga suntuk mikirin ujian itu mulu, kan bosan juga lama-lama. Saya putuskan pada hari itu saya ikut bersama teman ke tempat wisata tersebut dan kebetulan teman ada yang pengen bayarin ongkos. Saya merasa senang saat dia bilang gitu sebelum berangkat dari sekolah. Tapi sesampainya disana dia bilang "Tin, besok bayar ya utang mu." Ya, elah kirain tadi rela bayar ongkos, eh tahunya kagak rela. Tahu gitu bagusan kagak ikut, tapi ya udah sampai mau gimana lagi. Kalo pulang jalan kaki bisa gempor dong. Akhirnya sampai dirumah pun sudah menjelang sore ditambah lagi kagak ada belajar buat ujian besok..!!! Waduh, hancur dah nilai ujian ku besok. Sesampai dirumah saya mandi, makan dan belajar mati-matian sampai tengah malam. 

Keesokan harinya disekolah saya berdoa dalam perjalanan meminta Tuhan membuka pikiran saya ketika ujian. Sempat saya merasa gentar dan takut nggak bisa jawab semua soal ujian, tetapi ada sebuah perkataan yang berbicara dalam hati saya dan rasanya itu sangat lembut sekali cara memanggilnya. Saya pun bingung sendiri dengan kejadian saat itu. Saya bertanya "Siapa lah yang berbicara tadi..??" dan apa maksudnya. Dan sebelum ujian seperti biasa, mari berdoa dulu.

Bunyi dari perkataan itu begini "Diam, tenanglah, Aku Bapamu dan biarkan Aku yang bekerja, anak-Ku."

Panggilan lembut itu yang sempat membuat bulu kuduk saya selama ujian berdiri terus alias merinding. Tapi , setelah saya merenung dan mendengar khotbah di gereja, saya merasa kalau itu adalah panggilan Tuhan yang memanggil saya supaya tidak gelisah lagi. Saya menyadari itu dan mengganggap kalau itu adalah mujizat Tuhan yang ajaib. Luar biasa sekali, saya merasa senang bukan main, karena hal itu memang sudah menghampiri diri saya beberapa kali. Sampai akhirnya masa ujian pun selesai, saya merasa agak tenang sedikit dan merasa senang juga dengan kejadian waktu itu.

Bukan hanya pas ujian semester disekolah saja, tapi disaat saya berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan di gereja, perkatan itu datang lagi, saya pun merasa bersemangat untuk memuji Tuhan lagi dalam kebaktian gereja.

Pada akhir semester, tepatnya tanggal 30 semua kelas di sekolah menerima hasil ujian semester mereka. Saya melihat ekspresi semua orang yang harap-harap cemas dengan nilainya, ada juga yang tidak peduli sama sekali. Tapi saya merasa aneh, biasanya saya sangat tidak tenang dengan hasil ujian saya itu. Tiba tiba dalam hati saya kok merasa damai sekali, tidak ada sama sekali rasa takut nilai jelek atau ada rapor yang remedial disemester depan. Akhirnya rapor di kelas pun dibagi dan diberitahu peringkat kelas nya. Ternyata saya mendapat peringkat ke-3....!!! Wowowowow.... saya merasa girang bukan main, serasa ingin nangis dan tidak percaya dengan semua kejadian yang sudah saya lalui. Padahal saya kan pergi berlibur ma temen saya ke tempat wisata dan nilai ujian harian saya pun pas-pasan. Sungguh diluar nalar pemikiran saya, bagaimana bisa ya...??? Senang, bingung, terharu dan ingin meneteskan airmata saat itu juga, tapi malu dong , masa didepan teman saya menangis..?? dan dilihatin ma guru-guru juga.

Sampai dirumah, saya pergi ke kamar tidur dan mengucapkan syukur sebesar-besarnya kepada Tuhan Yesus yang sudah memberikan berkat yang luar biasa. Saya merasa terkejut badan dan semua perasaan mejadi campur aduk setelah mengalami hal itu. Tak lupa saya memberikan ucapan syukur kepada Tuhan, karena Dia telah memberikan berkat yang luar biasa mengubah hidup saya.

Rancangan Tuhan itu sungguh indah dan membuat saya sampai meneteskan air mata. Sanking tak kuat menahan  semua kelimpahan yang Tuhan berikan, akhirnya saya melampiaskan semua hal yang tadi dengan bersyukur penuh atas berkat-Nya yang sangat-sangat melimpah. Tak disangka dan tak diduga seperti kejatuhan durian runtuh loh kalau uda nerima berkat Tuhan.
Read More..

Setetes pengharapan dalam mujizat

Ini adalah sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri. Kisah kali ini bercerita tentang perjalanan kisah cinta. Memang kalau Tuhan sudah bertindak, dukun pun lewat. Saya merasa berkat Tuhan ini sangat nyata dan luar biasa sekali cara Tuhan menghadirkan sesosok gadis yang saya cintai dan semua berawal dari Facebook. Siapa sangka yang dulu hanya iseng-iseng nambah teman eh tahunya jadian juga. Ya memang aneh tapi itu sudah terjadi dan nyata.

Suatu hari ketika saya punya akun baru facebook, saya bingung siapa saja yang akan saya add buat menjadi teman baru. Maklum saya kan masih newbie saat itu. Temen pun masih sedikit dan belum ada yang dikenal saat itu. Lama kelamaan saya sudah mulai terbiasa memakai media social yang satu ini dan membuat ketagihan. Sampai suatu ketika tak lama saya punya akun facebook, saya melihat ada akun cewe yang nurut saya menarik sekali untuk "diikuti" dalam arti saya mulai tertarik dengan dia.

Saya melihat dari status dia yang lagi single langsung kepikiran jadikan pacar, Hahag... memang saat itu cuman itu aja dalam benak ku. Tapi nggak mungkin lah, belum juga kenalan kok bisa langsung pacaran..?? mana ada kayak begituan..tapi dari sini lah asal muasal saya pacaran. Setelah saya melihat dan menimbang, akhirnya saya putuskan untuk nge "add" dia dari FB saya dan berharap cepat dia balas.

Hari lepas hari saya tunggu tak ada juga dia approve permintaan pertemanan saya. Lalu saya sempat berpikir "apa mungkin belum masuk ya...?" Eitss apa nya yang belum masuk..?? Sudah mari kita lupakan hal itu. Yang jelas sudah menanti selama hampir 1 minggu baru diterima permintaan pertemanan dari saya. Sekejap langsung merasa senang waktu itu, hehe.... namanya juga punya kawan baru. Tanpa banyak pikir langsung saya sapa di wall thx for add, salam kenal ya.... Lalu tak berapa lama dia balas juga ke wall saya dan bilang ya, thx for req ya, salam kenal juga.

Wah rasanya senang sekali langsung dapat temen yang bisa diajakin ngobrol. Maklum saat itukan para pengguna FB masih rada-rada gimana gitu... Setelah berkenalan singkat lewat dunia maya, saya pun mencari semua informasi tentang dia. Mulai dari nama lengkap sampai alamat sekolah dan no HP. Yah itung-itung, mana tahu kalau ada butuh bantuan kan bisa langsung ketemuan.

Hari lepas hari saya lalui dengan dia. Tiap hari sms-an mulu, sampai lupa untuk buka buku. Tapi yang namanya kalau uda cinta nggak kepikiran lagi ke pelajaran. Tapi saya paksakan diri untuk belajar, biar ada aktivitas lain selain sms ria dengan dia. Tapi tetep aja kagak mampan, toh ujungnya sms-an juga, hehe...
jangan ditiru ya kalo malas belajar...

Ok, lanjut lagi ceritanya sampai mana tadi...??

Saya berkenalan lumayan lama dengan dia. Saling bercanda, sms-an yang gombal.. hahahaha dan masih banyak lagi. Yang paling inget itu pas temenin dia tidur.

Loh, lohhh....??? what..??!!! 

Tenang bro jangan negatif thingking dulu, ini maksudnya temenin dia sampai tidur dari HP. Ya pulsa pun lumayan juga kena sedot sama operatornya. Tapi untung juga karena saat itu no HP dia dengan saya dalam 1 operator titttt...... (sensor) Jadi nelpon lama pun ga pala kesedot banyak pulsa. Kegiatan ini hampir tiap malam dan saya juga makin lama makin seneng dengan kehadiran dia.

Saya berdoa kepada Tuhan untuk diberikan pacar. Dan doa ini sudah saya mulai dari saya duduk di bangku SMP. Maklum, ga pernah pacaran, inget kata orangtua "Belajar baik-baik dulu." hehehe...

Tiap kali saya terpikir untuk berpacaran, saya meminta kepada Tuhan supaya menjawab doa saya dan mengabulkannya segera.  Lumayan lama juga saya diberikan pacar oleh Tuhan tapi itu bukanlah penghalang untuk mendapatkan berkat indah dari Tuhan. Karena waktu dan rancangan Tuhan itu indah..

Mengapa saya minta hal yang ini kepada Tuhan..?? 

Jawaban sederhana, karena saya ingin berpacaran sambil belajar. Itung-itung nambah semangat belajar saya waktu itu.

Dalam hati saya berkata, Tuhan kasih aku pacar dong, aku pengen ngerasin gimana pacaran.. kata itu sontak keluar dan tidak saya sadari. Lalu saya berdoa "Tuhan kalau dia adalah orang yang Engkau jadikan sebagai pacarku, dekatkan lah dia kepadaku dan kalau bukan ya jauhkan dia daripadaku." Pada akhir doa saya berharap kepada Tuhan kalau dia nanti jadi pacar saya. Beberapa kali saya membawakan pergumulan ini dalam doa saya dan itu saya berdoa tiap tengah malam. Dan tiap tengah malam juga saya menitikkan air mata dengan sendrinya jatuh. Saya nggak tahu apa yang akan terjadi nantinya...

Dalam hati, pasti Tuhan akan jawab kalau dia pacar aku nanti. Dan itu pasti akan nyata. Aminn..

Hari lepas hari hingga akhirnya pada hari jumat, tanggal 15 januari 2010. Saya berinisiatif untuk menembak dia dalam waktu dekat ini, saya mengungkapkan kalau saya suka dengan dia. Saya kumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan dalam hati saya. Dan butuh waktu agak lama juga sampai akhirnya saya memutuskan tanggal yang tepat untuk menembak dia. Memang saya akui saya juga agak gugup kalau hal yang beginian dan bukan menjadi kebiasaan bagi saya gonta-ganti pacar layaknya gonta-ganti gadget.

Selang 1 minggu setelah hari jumat, tepatnya hari Sabtu. Mulai pagi saya mempersiapkan apa yang akan saya omongkan nanti. Mulai dari merangkai kata, hingga penutup

Wah, macem buat pidato aja pake penutup segala...?? wkwkwk...

Dan tidak terasa hampir 1 hari saya merangkai kata. Mulai dari pagi sampai sore hari saya merasakan deg-deg sorr.. Saya pun mulai berani mengutarakan perasaan saya sore itu kepada dia. Harap-harap cemas itu lah yang saya rasakan karena menunggu jawaban.

Lalu saya berdoa kembali dalam hati sama seperti doa yang tadi saya ucapkan tapi kali ini singkat, karena uda deg-deg dalam hati. Saya pun meminta kekuatan kepada Tuhan kalau seandainya nanti saya ditolak, tapi saya tak berharap ditolak cintanya.

Mana ada orang yang mau gagal dalam segala hal, ya nggak..??? 

Lumayan lama juga, saya menunggu dan berharap jawaban dari dia dan dari Tuhan juga. Selang lebih kurang 1 jam, akhirnya dia menjawab "ya, aku terima, kita jadian.." Sontak saya tadinya bingung dan nggak tahu mau berkata apalagi tiba-tiba seneng nya bukan kepalang. Luar biasa sekali berkat Tuhan buat yang satu ini dan saya pun terheran-heran karena sangkin takjubnya merasakan berkat Tuhan.

Dan pada hari itulah Sabtu malam tepat tanggal 23 Januari 2010 saya berpacaran dengan dia. Sungguh indah berkat Tuhan dalam hidup saya. Sampai buat saya menangis terharu karena kuasa-Nya.

Tak disangka hanya dari ke "iseng-isengan" nambah temen di FB, ehh.. malah pacaran ujungnya. Kan jarang yang sepeti itu. Ibaratnya 1 diantara 100 atau bahkan lebih. Sampai sekarang saya dengan dia masih pacaran dan sudah lama juga kami berpacaran. Naik turunnya masa pacaran sudah kami alami, dan tak terasa hampir 2 Tahun kami jadian

Memang, waktu dan berkat Tuhan itu tidak tahu kita kapan akan menerimanya. Yang jelas tetap berpengharapan kepada Dia dan terus percaya akan kuasa-Nya. Semua doa pasti akan dikabulkan.
Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...