Cara unik menghindari Polisi



Tilang / razia jalan raya adalah hal yang paling ditakuti oleh sebagian kalangan masyarakat. Tilang / razia pun sering dilakukan oleh petugas jalan beserta para polantas. Mereka menertibkan para pengemudi “nakal” dijalan raya. Bagi yang tidak lengkap semua surat keterangan maupun kelengkapan pada kendaraan akan ditilang. Tapi hal itu tidak menyurutkan para pengemudi untuk menghindarkan hal yang satu ini dengan bermacam cara. Adapun cara unik yang sering dilakukan adalah

Mendorong kendaraan bermotor 

Mendorong kendaraan bermotor apabila jarak antara polisi maupun petugas lalu lintas sudah dekat. Cara ini banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Mereka melakukan hal ini dengan membuang angin dari kedua ban kendaraan mereka. Sehingga kelihatan kurang angin dan tidak dapat dikendarai di jalan raya. Selanjutnya kendaraan mereka itu didorong, lalu bermodalkan helm dipakai dikepala sebagai tanda pengemudi “baik”.  Walaupun begitu, para polisi tidak begitu saja tertipu dengan trik sang pengendara. Mereka juga tetap ditilang dan dimintai surat keterangan kendaraan bermotor.

Menunggu detik-detik "kemerdekaan” di lampu lalu lintas.

Nah kalau ini mungkin ada beberapa yang memakai trik yang satu ini. Mereka melihat dari jauh pos polisi dan menghitung angka cantik yang ada di papan lampu lalu lintas.  Apabila pos polisi ada mereka akan memperlambat laju lalu kendaraan mereka disesuaikan dengan perhitungan mundur lampu dari berwarna merah menjadi lampu berwarna hijau yang menyala hingga semua kendaraan bergerak.

Take a rest alias isitirahat.

Ini paling sering dilakukan oleh para pemgendara kendaraan bermotor. Apabila melihat ada razia atau operasi penertiban, mereka akan berpura-pura beristirahat di pinggir jalan sampai akhirnya para petugas menghentikan kegiatan razia tersebut. Mereka rela menunggu demi menghindari para petugas dan polisi lalu lintas. Mulai dari pagi hingga menjelang malam hari pun mereka akan bertahan. Wah, unik sekali bukan tingkah dari para pengemudi nakal ini…???  

Menurunkan “penumpang”.

Kalau yang sering melakukan bonceng lebih dari 2 orang dalam 1 motor atau tidak memakai helm akan melakukan hal ini. Caranya dengan melihat para petugas yang mengadakan razia lalu menyuruh orang yang dibonceng untuk turun dan berjalan demi menghindari polisi. Dan orang tersebut menuruti perkataan itu lalu melakukannya dengan segera. Keenakan dong yang bawa motor kalau ngga kena tilang, sementara temen boncengan nya jalan kaki. Apa mereka ingat semboyan “Kita kan friend bro..!! ”. Kasihan yang jalan kaki, tapi itu lah kerjasama team.


Menyelip dari sisi-sisi kendaraan lain.

Banyak pengendara yang mempraktikan ini dijalan raya. Mereka mencoba menyelaraskan kecepatan kendaraan mereka dengan kendaraan lain, seperti mobil atau truk besar supaya nggak kelihatan petugas. Padahal dengan cara itu mereka sama aja mempertaruhkan nyawa di jalan raya. Tapi sekali lagi dengan alasan yang sama yaitu “ Tidak ingin kena tilang untuk yang kesekian kalinya”.

Lewat jalan tikus

Lewat jalan tikus adalah cara paling ampuh dalam menghindari razia kendaraan. Para pengemudi rela melakukan hal ini supaya nggak kena tilang. Tapi hal ini juga membutuhkan konsentrasi tinggi loh Bagaimana tidak, kalau nggak konsentrasi dalam melakukan hal ini maka akan kena tilang dengan pak polisi alias pak polisi. Mereka wajib mengahafal rute dan jalan tikus yang akan mereka lalui. Ibaratnya mereka bisa jadi “GPS” dadakan kalau lagi razia. Hebat bukan…??


Memasang muka kasihan

Cara yang sering dilakukan oleh orang yang kena tilang. Bagi mereka yang “professional” dalam dunia tilang-menilang sudah lazim akan mengeluarkan jurus andalan satu ini. Dengan muka yang mencoba meyakinkan bila perlu mata agak sedikit berkaca-kaca.  Jikalau yang baru pertama kali kena tilang juga akan melakukan hal ini supaya si pengendara tadi bisa bebas dari razia. Tapi, polisi lalu lintas sudah belajar banyak dari pengalaman dan tidak akan tertipu dengan penampilan si pengendara nakal.

Berakting layaknya seorang artis. Nah para pengendara juga mampu merangkap sebagai artis ketika ada razia dengan judul “mendadak artis di lalu lintas”. Mereka akan mengeluarkan kemampuan akting mereka di depan para petugas supaya tidak kena tilang. Layaknya seorang artis, mereka juga tidak mau kalah dong dengan sinetron di televise yang lagi marak sekarang ini. Mulai dari menangis, meyakinkan petugas, merayu dan hal lainnya juga akan mereka lakukan. Weleh-weleh….?? Terkadang akting pun dilakukan apabila tidak membawa SIM dan surat keterangan lainnya.

Bahkan ada juga orang yang mengandalkan “the king” di jalan raya.

Tak jarang mereka menggertak para petugas dengan cara menelepon para anggota petugas yang pangkatnya lebih tinggi dari petugas yang menilang  mereka, mengaku kalau mereka adalah anggota keluarga dari “si anu” dan mengancam kalau kena tilang akan dilapor dan segera dipecat langsung oleh petingginya, berpura-pura sebagai anggota dari instansi tertentu dan masih banyak lagi caranya. Mereka rela berbohong demi mengelabui petugas, sehingga mereka itu bebas. Dan petugas yang melakukan tilang pun jadi ciut nyali, kalau digituin.

Masih banyak lagi trik-trik unik yang dilakukan pengendara nakal dijalan supaya menghindari para petugas. Tapi kan sebaiknya kita mengikuti peraturan yang ada tanpa membahayakan jiwa kita atau orang lain di jalan raya.

Comments
4 Comments

4 Bacotan:

Yulietha Fauzyana Purba said...

Hahaha... :D
Kelhtannya pengalaman pribadi ni ya deq???
*K'Etha from DBC

Marthin_CH said...

akh nggak kak, ini dilihat dari kejadian sehari-hari di jalan raya

Yulietha Fauzyana Purba said...

Ahahaha.... :D
Kyak d Brayan skrg2 ni byk razia pakpol...
Smw pd memegang rem tangan 'n menginjak rem kaki gtu melht baju coklat ijo dr jauh...
Wkwkwkwk... :D

Marthin_CH said...

hahag iy kak.. kan takut kena tilang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...