Kelimpahan Dalam Perpuluhan


Bagi sebagian kamu yang beragama Nasrani, pasti kamu mengetahui tentang perpuluhan, bukan ? Iya perpuluhan adalah pemberian hasil jerih payah kita kepada Tuhan melalui gereja dengan ukuran 1/10 alias 10%. Dan sering orang melupakan kewajiban mereka dalam memberikan perpuluhan, padahal perpuluhan itu adalah tanda bahwa kita itu setia kepada Tuhan. Saya sudah beberapa kali mengalami kelimpahan dalam memberikan perpuluhan kepada Tuhan. Walaupun itu tidak seberapa, saya mencoba taat kepada perintah Tuhan.

Suatu ketika saya merasa keuangan mengalami gejolak, kami sekeluarga melakukan pengiritan. Tak terkecuali saya sendiri. Saya berpikir untuk mencoba sebuah usaha kecil-kecilan dengan modal yang sedikit. Akhirnya saya putuskan untuk memulai usaha kecil-kecilan saya. Sebelumnya, saya sudah melakukan nazar kepada Tuhan dan saya berjanji untuk menepati nazar yang telah saya buat itu.

Usaha kecil-kecilan saya ini pun mulai berjalan, walaupun terkadang saya mendapat pekerjaan sampingan hanya beberapa waktu sekali. Namun, saya mensyukuri hal tersebut dan ini adalah buah dari kerja keras saya selama menempah ilmu saat sekolah. Selang tak berapa waktu kemudian, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sampingan sebagai seorang teknisi laptop. Bermodal kemampuan komputer yang sudah saya dapat, saya berusaha sekuat tenaga untuk memberikan hasil yang terbaik kepada konsumen.

Saya sempat mengalami kegagalan, namun saya mencoba dan berdoa kepada Tuhan agar semuanya berjalan dengan lancar. Akhirnya singkat cerita masalah laptop orang pun sudah saya perbaiki, kemudian saya mendapat upah. Saya awalnya tidak mengira akan mendapat untung besar dari awal usaha saya ini. Saya kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain berterimakasih kepada Tuhan yang telah mendengarkan doa saya sebelumnya. Nah, dari hasil usaha saya tadi, saya langsung teringat nazar kepada Tuhan. 

Saya pun menyisihkan 1/10 dari hasil usaha saya dan pada hari Minggu, saya langsung memberikan perpuluhan tersebut. Memang muzijat Tuhan itu nyata..! Selang tak berapa lama kemudian, saya mendapat orderan lagi sebagai teknisi. Dari situ, saya berkeinginan untuk memberikan perpuluhan kepada Tuhan, walaupun dengan jumlah yang belum maksimal saya rasa.

Semenjak saya memberikan perpuluhan setiap ada orderan job baik itu dari teman atau orang lain, saya memang harus memberikan perpuluhan. Dan mengenai perpuluhan memang sudah dari dulu dibahas dan Alkitab juga mencatat mengenai perpuluhan. Sampai sekarang, saya masih dapat merasakan nikmatnya hasil kerja keras dan juga kelimpahan dalam perpuluhan.

Jadi, bagi kamu yang sudah berpenghasilan janganlah kamu lupa memberikan perpuluhan ke rumah Tuhan. Karena kamu akan rasakan sendiri kelimpahan yang akan datang kepada kamu. Tuhan Yesus itu luar biasa dan Ia menepati setiap janji-Nya kepada kita semua selama kita berharap pada-Nya.
Comments
3 Comments

3 Bacotan:

Sandi Nainggolan said...

Setuju sekali lae....

saya jg udah merasakan nya, tp masih sering lalai melaksanakan nya

Unknown said...

Ya lae.. tetap komitmen dalam memberikan yang terbaik dalam pelayanannya

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya :)

Salam

Richard Roesnadi said...

Shalom..

Perpuluhan jelas sekali menjadi "MESIN" ekonomi yang sangat dahsyat - terutama (maaf) bagi pemimpin "non-katolik" yang sangat menekankan ayat dari malaeki. Bayangkan.. kumpulin 10 org jemaat, maka "tanpa" kerja cari uang, sang pemimpin punya penghasilan rata2 yang sama. Kalau 100 jemaat, dia akan punya 10x dari rata2.. bayangkan kalau jemaatnya ada 10.000 ? 1000x rata2 penghasilan jemaatnya.

Padahal ayat "perpuluhan" aslinya diturunkan kepada Musa bagi Bangsa Israel (saja) dimana Bangsa Israel memiliki 12 Suku, namun hanya 11 suku yang memiliki warisan berupa tanah perjanjian, sedangkan suku Lewi harus mendedikasikan sebagai Imamat dan suku Lewi ini tidak memiliki warisan tanah Israel. Jadi 11 suku memberikan perpuluhan kepada 1 suku Lewi, dan 10% dari penghasilan suku Lewi diberikan kepada Rumah TUHAN. (bil 18:21-24)

Di Jaman Yesus, aturan perpuluhan ini juga sama seperti hukum rajam.. sudah mulai ditinggalkan, karena dalam perjanjian baru, Yesus dan keluarga kudus, juga murid-muridnya tidak ada satupun mencatat aktifitas perpuluhan. Yang ada hanyalah kotak persembahan (sukarela) di Bait Allah atau sinagoga.

Perpuluhan hanya berlaku bagi 11 suku Israel dan yang memungut "hanya boleh" suku Lewi (suku yang tidak memiliki tanah warisan) seperti yg ditulis dalam IBRANI 7:5 "Didalam hukum agama yahudi ditentukan bahwa imam-imam keturunan Lewi harus memungut sepersepuluh dari pendapatan umat Israel, yakni saudara-saudara mereka sendiri.."


Sehingga jelas, perpuluhan adalah HAK kaum Lewi yang tidak mendapatkan tanah warisan, jadi bukan hak pemimpin Agama kristiani.

Namun kalau 10% penghasilan kita merasa itu milik TUHAN, maka sebaiknya kita berikan kepada TUHAN langsung.. manifestasi TUHAN bukanlah gereja atau pemimpin.. manifestasi TUHAN dalam ujud orang2 menderita, tidak punya makanan, tidak punya baju, tidak punya dana untuk berobat.. seperti sabda Yesus dalam MATIUS 25:33-46, (34)Kemudian Raja itu akan berkata kepada orang-orang disebelah kanan Nya " Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa KU, masuklah kedalam kerajaan yang disediakan bagimu sejak permulaan dunia. (35)Sebab pada waktu aku Lapar, kalian memberi Aku makan, dan pada waktu Aku haus, kalian memberi Aku minum.. "


Demikian penelitian saya pribadi mengenai PERPULUHAN.
Mohon maaf kalau ada kata yang salah.

Richard Roesnadi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...