Belajar sejarah di tanah Batak



Apa yang biasa kamu lakukan ketika sedang melakukan liburan di danau Toba? apa kamu hanya menikmati indahnya pemandangan alam di sekitar kamu? atau menghabiskan waktu untuk beristirahat penuh di hotel ? Mungkin dengan kegiatan seperti itu kamu akan merasa bosan, bukan? Tapi kali ini akan ada cara lain untuk menikmati liburan sambil belajar wisata sejarah di tanah Batak khususnya di samosir.

Kamu dapat menyusuri tempat wisata sejarah di beberapa tempat seperti museum Hutabolon di kecamatan Simanindo, Huta Siallagan di Simanindo, Rumah Parsaktian di Pusuk Buhit

Museum Hutabolon di Simanindo

Makam orang Batak
Rumah tradisional batak
Museum ini menyediakan sejarah batak di Samosir dan terdapat rumah batak yang lengkap dengan ukiran khas batak. Rumah tradisional yang berukuran kecil merupakan sebuah makam bagi nenek moyang orang Batak. Rumah tradisional yang besar bernama BOLON digunakan untuk tempat tinggal orang batak. Dan rumah Batak ini masih diklasifikasikan lagi untuk laki-laki dan perempuan.

Tongkat Tunggal Panaluan
Tongkat Tunggal Panaluan
Kamu akan temukan juga tongkat magis yang dulu digunakan oleh raja-raja sebagai tongkat kesaktian. Nama tongkat tersebut adalah Tunggal Panaluan. Pada tongkat ini terdapat ukiran-ukiran yang melambangkan kekuatan magis dengan tengkorak manusia mulai dari atas hingga ke bawah. Tongkat ini memiliki kekuatan ilmu hitam bagi raja-raja batak.

Tarian Tor-tor Batak
Gondang Batak
Tarian Tor-Tor
Ketika kamu datang ke museum ini maka kamu akan dijamu dengan tari-tarian khas batak yaitu tarian Tor-Tor. Kalau kamu ingin berkunjung datang pada pukul 10.30 dan 11.45. Dan kalau kebetulan kamu datang pada hari Minggu, maka jadwal penyambutan dengan tarian hanya pada pukul 11.45. Tari Tor-tor ini diikuti oleh musik batak dengan alunan Gondang, yang merupakan alat musik batak tradisional. 

Tarombo Batak
Di ujung museum ada silsilah batak ( Tarombo Batak ) pada awal mula perkembangannya. Dari silsilah itu maka kamu akan mengetahui sejarah batak dengan ditampilkannya keturunan raja Batak dan keturunan mereka. Bukan sampai disitu saja, museum ini dilengkapi dengan koleksi yang cukup lengkap dibandingkan museum lain.

Solu Bolon 
Bontean dan Solu Bolon
Kalau kamu ingin melihat sampan yang sering digunakan oleh orang batak zaman dulu, ada di museum ini. Nama sampan tersebut adalah Solu Bolon. Sampan ini berukuran besar dan disisinya ada ukiran dan ornamen batak. Untuk melindungi perahu tersebut, maka ada sebuah tempat khusus yang bernama Bontean.

Sopo
Di museum batak ini juga terdapat lumbung padi yang digunakan untuk menyimpan hasil panen dari ladang orang batak. Sopo ini terdapat 5 buah dan Sopo ini terletak di bagian ujung sebelah kanan.

Huta
Huta merupakan bahasa Batak yang diartikan sebagai perkampungan atau desa. Di museum ini kamu dapat temui perkampungan kecil dengan sebuah tembok batu yang berukuran 2 meter dan pada zaman dahulu digunakan sebagai benteng serta memiliki hanya 1 pintu masuk.

Sigale-gale
Kamu mungkin tahu ketika mengunjungi danau Toba, khususnya di kawasan wisata belanja Tomok. Tapi di Tomok tidak lah lengkap dibanding di museum ini, karena di museum ini ada 1 buah patung Sigale-gale yang berukuran pendek dan merupakan ibu dari sigale-gale. Kalau kamu penasaran dan ingin melihat, silahkan datang ke museum ini.

Ulos Batak
Ulos, Tungkot dan Permainan tradisional
Ulos adalah kain tradisional batak dengan warna yang beranekaragam dan motif. Pembuatan ulos pada masa sekarang ini sudah modern dibandingkan pada zaman dahulu yang masih menggunakan sistem tenun dengan alat yang sangat tradisional. 

Tungkot digunakan oleh masyarakat Batak pada zaman dahulu untuk menentukan nasib baik dan nasib buruk. Tungkot ini juga memiliki kekuatan magis yang dapat digunakan pada benda seperti batu dan kayu. Serta bentuk dari tungkot ini memiliki ciri khas dan sangat beranekaragam.

Permainan tradisional batak juga dapat kamu temui dimuseum ini. Permainan khas Batak ini diantara lain Janggar-janggar yang mirip dengan permainan dadu, Dalu guling dan juga ada Dalu putar. Tidak hanya itu saja, kamu juga dapat melihat alat yang dipakai ketika upacara ilmu hitam yang bernama Debata Ribu-ribu.

Nah kalau kamu ingin masuk ke museum ini cukup membayar biaya masuk sebesar Rp 5000 saja, maka kamu akan menambah wawasan dan pengetahuan dari sejarah Batak di museum ini.

Huta Siallagan di Simanindo


Huta Siallagan
Kalau kamu ingin mempelajari sejarah Batak pada zaman dahulu yang terkenal dengan kekejaman mereka, maka tempat ini perlu kamu kunjungi. Huta Siallagan ini terletak di Simanindo, Samosir dan dapat ditempuh dengan waktu 1 jam ketika berjalan kaki dan 20 menit ketika kamu ingin menaiki sepeda motor dari Tuk-tuk, cukup dekat bukan?

Batu Parsidangan
Kalau kamu lihat pada gambar diatas adalah sebuah ukiran batu yang dibuat oleh masyarakat Batak pada zaman dahulu. Ukiran batu itu dinamakan Batu Parsidangan alias batu sidang. Tempat ini digunakan oleh orang Batak dahulu untuk menghakimi musuh dan para penjahat yang ditangkap.

Tidak sampai disitu saja, kalau kamu datang kemari akan diberi tahu bagaimana prosesi pengeksekusian terpidana mati lengkap dengan alat-alat eksekusinya. Selain dari itu, tempat ini juga menyediakan penjualan souvenir khas Batak yang ada di halaman Huta Siallagan ini. Jadi, kalau kamu mau beli pernak pernik dengan tidak perlu repot harus bolak balik ke Tomok, maka disini lah tempatnya.

Rumah Parsaktian di Pusuk Buhit

Miniatur Raja Batak
Nah bagi kamu yang ingin tahu tempat dan asal muasal Batak, tempat ini perlu dikunjungi. Tempat wisata sejarah Rumah Parsaktian adalah rumah Batak yang digunakan oleh orang Batak zaman dahulu untuk melakukan kegiatan peribadahan. Lokasi dari Rumah Parsaktian ini terletak di kecamatan Sianjur mula-mula. Pada zaman dahulu, orang Batak masih menganut paham animisme atau parmalim yang tidak memiliki kepercayaan mengenai adanya agama dan Tuhan. Di tempat ini kamu juga dapat melihat dan menyaksikan keindahan danau kala kamu mulai merasa bosan.

Orang zaman dahulu juga menganggap kalau asal mula Batak itu terjadi di tempat ini dan diturunkan oleh Debata Mula Jadi Nabolon ( Tuhan Yang Maha Esa ) dan disana juga dilakukan pemujaan terhadap Debata Mula Jadi Nabolon.

Nah, kalau kamu tertarik untuk belajar sejarah Batak tempat-tempat ini lah yang perlu kamu datangi. Selamat belajar sejarah dan semoga bermanfaat.

Comments
5 Comments

5 Bacotan:

kalisongo said...

kebudayaan adalah ruh zaman dari gerak gerik jiwa manusia di suatu tempat. Dan di karo aku dapat temukan indahnya .... pingin.... kesana. tapi jauh... heheh

Marthin Silalahi said...

Karo dimananya gan, soalnya banyak juga disana tempat wisatanya. Manatau bisa saya liput lagi info terbaru.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya :)

ASAZ said...

kapan ya aku bisa ke Toba dan samosir untuk berwisata

Marthin Silalahi said...

Mungkin kalau ada waktu liburan, agan bisa mampir ke samosir.

pirly_ae.dot.com said...

salam kenal sob. mohon kunjungannya http://pirlyyyy-dot-com.blogspot.com/2012/01/sewa-ruang-kantor-jakarta-murah.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...